Aurat
Pendedahanmu adakah satu kenikmatan?
Atau mendedah diri ke arah kejahilan?
Liritan mata memandang adakah itu satu tujuan?
apakah yang empunya jasad mahu menjadi tuntutan?
Atau sekadar menunujuk potongan badan?
Putih kulitmu satu penghargaan
Yang sawa matang turut perasan
Cantik wajahmu itulah kebanggaan
Sanggup kau gadaikan melalui fesyen pakaian,
yang ketat menampakkan medan-medan seni yang memberahikan,
Yang belah menampakkan celah-celah keenakan,
Mahkota rambut menjadi hiasan
Biru merah di wajah saduran
Awas……
Apabila jejaka mencecah keinginan
kelibat jantan mula berkeliaran
seluar panjang sudah dipendekkan
Mula terpancar keinginan mengawan
Mata terbeliak bagai kucing merenung ikan
Awaslah……..
Wahai si manis sepanjang zaman,
dari ditelan serigala kelaparan
Tutuplah aurat demi keselamatan
Itulah Syariat suruhan Tuhan
Lambang Identiti Muslimah berwawasan…..
TEKA -TEKI
Teka teki Imam Ghazali
Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya ( Teka Teki ) :
> Imam Ghazali = " Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
> Murid 1 = " Orang tua "
> Murid 2 = " Guru "
> Murid 3 = " Teman "
> Murid 4 = " Kaum kerabat "
Imam Ghazali = " Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati( Surah Ali-Imran :185).
> Imam Ghazali = " Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?"
> Murid 1 = " Negeri Cina "
> Murid 2 = " Bulan "
> Murid 3 = " Matahari "
> Murid 4 = " Bintang-bintang "
> Iman Ghazali = " Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan
ajaran Agama".
> Iman Ghazali = " Apa yang paling besar didunia ini?"
> Murid 1 = " Gunung "
> Murid 2 = " Matahari "
> Murid 3 = " Bumi "
> Imam Ghazali = " Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka."
IMAM GHAZALI" Apa yang paling berat didunia "
Murid 1 = " Baja "
Murid 2 = " Besi "
Murid 3 = " Gajah "
Imam Ghazali = " Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ).
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi
manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah."
> Imam Ghazali = " Apa yang paling ringan di dunia ini?"
> Murid 1 = " Kapas"
> Murid 2 = " Angin "
> Murid 3 = " Debu "
> Murid 4 = " Daun-daun"
> Imam Ghazali = " Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat "
> Imam Ghazali = " Apa yang paling tajam sekali di dunia ini "
> Murid- Murid dengan serentak menjawab = " Pedang "
> Imam Ghazali = " Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti
hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri "fikir-fikirkanlah…
Arghh!11
Adui… pasni susah la nak jumpe tenet… walau pe pun korang jgn lupa contact aku…
along_arepeace@yahoo.com
Puteiku Sayang..
Lembut mu tak bererti kau mudah dijual beli
Kau mampu menyaingi lelaki dalam berbakti
Lembut bukan hiasan bukan jua kebanggaan
Tapi kau sayap kiri pada suami yang sejati
Disebalik bersih wajah mu disebalik tabir dirimu
Ada rahsia agung tersembunyi dalam diriItulah sekeping hati yang takut pada Ilahi
Berpegang pada janji yang mengabdikan diri
Malu mu makhota yang tidak perlukan singgahsana
Tapi ia berkuasa menjaga diri dan nama
Tiada siapa yang akan boleh merampasnya
Melainkan kau sendiri yang pergi menyerah diri
Ketegasan mu umpama benteng negara dan agama
Dari dirobohkan dan jua dari dibinasakannya
Wahai puteriku sayang kau bunga terpelihara
Mahligai syurga itulah tempatnya
Di medan ini
Di medan ini zahirku layu
Jasad kaku dibelenggu
Jalur nadi masih kukuh
Janji setia tidak luntur
Di medan ini bakti disandang
Korbanku untuk maruah
Teguhkan azam nusa
Agar generasiku terbela
Jejakku tinggalkan
Untuk kau teruskan
Bangkitkanku dalam perjuanganmu
Mencantas noda
Bara semangatku
Bara semangatmu
Merintis cinta
Di medan ini gemilang persada
Hamparkan jati diri
Gemparkan pada mereka
Kita mampu teguhkan
Lambang merdeka
Laungkan semboyan
Seru gempur perwira
Walau gugur kubasahkan darah
Dengan ikhlas
Sumpah hidup wira bangsa
Juangkan cita
Bebaskan nusa
Cuti…
mm… lama cuti sementara tunggu panggilan kemasukan ke U. Duk rumah ada harapan utnuk menternak lemak nih… Hadui.. Risau gue pak!